release
dev builds
extras
themes manual
wiki
device status forums
mailing lists
IRC bugs
patches
dev guide



Search | Go
Wiki > Main > WikiUsers > SiomayEnak

UserForm edit
FirstName siomay
LastName enak
OrganisationName Siomay SukaSuka?
OrganisationURL http://siomaysukasuka.com/
Profession
Country Indonesia
State
Address
Location
Telephone
VoIP
InstantMessaging (IM) franchise modal kecil - katering untuk acara kantoran - Bisnis Modal 5 Juta
Email
HomePage http://siomaysukasuka.com/usaha-siomay/
Comment Melakukan bisnis bisa berlangsung lantaran iseng. Iseng-iseng melakukan bisnis, lama kelamaan dapat jadi besar, dapat jadi usaha yang membuahkan banyak duit.
Batagor Cipayung yang saat ini mempunyai 10 gerai, bermula dari keisengan H Mutohar untuk coba-coba melakukan bisnis. Th. 1999, Mutohar yang waktu itu masihlah bekerja di satu diantara perusahaan pengelola jalan tol, di lokasi Sunter, Jakarta mulai coba melakukan bisnis Es Cendol Bandung buatan sendiri untuk di jual di kantin kantornya. Kebetulan waktu tengah ada office boy yang tengah menganggur. Ia memohonnya untuk melindungi serta melayani beberapa konsumen di usahanya yang baru dicobanya, Cendol Bandung.
Pilihan usaha Cendol Bandung bermula dari pengamatannya mengenai banyak pelaku bisnis Cendol Bandung di pasar-pasar tradisional yang eksis serta bahkan juga dapat disebutkan merajai di mana-mana.
“Saya coba mengikuti usaha yang mereka kerjakan. Alhamdullah dalam satu hari Cendol Bandung yang kami jual di kantin kantor dapat laris 30-40 jumlah. Jumlahnya sedikit, namun cukup melegakan, ” tutur pria kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah 43 th. lantas.
Mulai Tumbuh Isengnya
Waktu usaha Cendol Bandung mulai jalan, keisengan melakukan bisnis Mutohar mulai jadi tambah lagi. Kesempatan ini ia juga mulai tertarik usaha siomay. Sang bekas office boy, yang membantunya, mengakui dapat juga bikin siomay.
Jadi awalilah Mutohar coba lihat potensi usaha ini, serta mulai juga belajar bikin siomay. Langkahnya ia banyak berdiskusi dengan pedagang siomay, serta coba membuatnya.
“Saya coba bikin sendiri siomay, lalu saya bawa ke kantor. Saya ujicobakan pada rekan-rekan di kantor. Nyatanya banyak yang menyenanginya. Dari sanalah saya meyakini kalau sesudah Cendol Bandung, usaha siomay dapat juga dikerjakan, ” cetusnya.
Perjalanan usaha selalu digerakkan. Dalam perjalanannya ada banyak hal yang masihlah butuh di perhatikan, seperti selalu berkurangnya hasil penjualan Cendol Bandung serta Siomay di kantin kantor tempat Mutohar bekerja. Hal semacam ini diakui lantaran konsumen di kantin jumlahnya terbatas, serta pelanggannya juga dari itu ke itu saja.
Ia mulai berpikir. Product bagus, sayang bila cuma diperkembang atau di jual dalam ruang yang terbatas, cuma dalam tempat kantin saja. Kenapa tak di jual ke luar pada orang-orang umum.
“Karena penjualan di kantin kantor lama-lama makin alami penurunan, saya mencari-cari tempat usaha yang pas. Pada akhirnya saya memperoleh tempat berjualan di halaman Apotik Cipayung, tempat yg tidak jauh dari tempat tinggal saya. Di halaman apotik itu telah ada konter handphone, serta saya membangun gerobak yang jual siomay ikan tenggiri di tempat itu, ” tutur suami dari Siti Fatimah ini.
Butuh Perjuangan
Belum genap usahanya jalan sebulan, karyawan yang diserahi untuk mengelola usaha siomay ikan tenggiri mulai kendur semangatnya. Ia beralasan berjualan siomay tak laris di tempat itu.
Mendengar argumen sekian, Mutohar mulai berpikir, apa yang bisa dikerjakan supaya usahanya tetaplah jalan. Ia, tiap-tiap pulang kerja coba nongkrong di tukang siomay tepi jalan yang ramai konsumen. Terkecuali ajukan pertanyaan beberapa hal, ia juga memerhatikan macam product serta langkah servicenya.
“Saya lihat tiap-tiap penjual siomay yang ramai disitu juga berjualan batagor. Bahkan juga ada yang berjualan jadi satu yakni berjualan siomay juga berjualan batagor, serta ramai pembelinya, ” tutur Mutohar.
Sesudah belajar beberapa hal dari beberapa orang penjual siomay serta batagor, bagaimana sih bangunnya, Mutohar mulai mengatur kiat baru lagi. Ia buka kembali gerainya, dengan berjualan dua product, yakni siomay serta jual batagor.
Sesudah dicoba sekian waktu, batagornya nyatanya lebih laris dibanding dengan siomay. Ini yang bikin ia semangat. Tetapi batagornya belum di beri brand hingga beberapa orang yang ajukan pertanyaan ini batagor apa.
Lantaran batagor pertama kalinya di buka di Apotik Cipayung, jadi ia lalu berikan nama Batagor Cipayung. Dari satu karyawan, dari satu outlet, saat ini Batagor Cipayung tumbuh jadi usaha sejumlah 10 0utlet dengan 16 orang karyawan.
Mutohar akhir th. 2005 lantas juga sudah mengambil keputusan untuk keluar dari status sebagai karyawan dari Citra Marga Nusaphala, perusahaan yang sudah memberi tempat menggantungkan kehidupannya sepanjang dua th. lebih. Ia pilih menekuni usaha Batagor Cipayung ini, yang gagasannya bakal diperkembang lewat system usaha franchise di masa yang akan datang.
“Saya tengah meniti untuk difranchisekan. Saya terkadang kepingin cepat berkembang namun takut tak teratasi dengan baik. Membuat brand yang kuat, system usaha dan dukungan yang lain tengah saya susun
Edit personal data

SiomayEnak

r2 - 05 Sep 2016 - 10:03:00 - SiomayEnak

UserForm edit
FirstName siomay
LastName enak
OrganisationName Siomay SukaSuka?
OrganisationURL http://siomaysukasuka.com/
Profession
Country Indonesia
State
Address
Location
Telephone
VoIP
InstantMessaging (IM) franchise modal kecil - katering untuk acara kantoran - Bisnis Modal 5 Juta
Email
HomePage http://siomaysukasuka.com/usaha-siomay/
Comment Melakukan bisnis bisa berlangsung lantaran iseng. Iseng-iseng melakukan bisnis, lama kelamaan dapat jadi besar, dapat jadi usaha yang membuahkan banyak duit.
Batagor Cipayung yang saat ini mempunyai 10 gerai, bermula dari keisengan H Mutohar untuk coba-coba melakukan bisnis. Th. 1999, Mutohar yang waktu itu masihlah bekerja di satu diantara perusahaan pengelola jalan tol, di lokasi Sunter, Jakarta mulai coba melakukan bisnis Es Cendol Bandung buatan sendiri untuk di jual di kantin kantornya. Kebetulan waktu tengah ada office boy yang tengah menganggur. Ia memohonnya untuk melindungi serta melayani beberapa konsumen di usahanya yang baru dicobanya, Cendol Bandung.
Pilihan usaha Cendol Bandung bermula dari pengamatannya mengenai banyak pelaku bisnis Cendol Bandung di pasar-pasar tradisional yang eksis serta bahkan juga dapat disebutkan merajai di mana-mana.
“Saya coba mengikuti usaha yang mereka kerjakan. Alhamdullah dalam satu hari Cendol Bandung yang kami jual di kantin kantor dapat laris 30-40 jumlah. Jumlahnya sedikit, namun cukup melegakan, ” tutur pria kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah 43 th. lantas.
Mulai Tumbuh Isengnya
Waktu usaha Cendol Bandung mulai jalan, keisengan melakukan bisnis Mutohar mulai jadi tambah lagi. Kesempatan ini ia juga mulai tertarik usaha siomay. Sang bekas office boy, yang membantunya, mengakui dapat juga bikin siomay.
Jadi awalilah Mutohar coba lihat potensi usaha ini, serta mulai juga belajar bikin siomay. Langkahnya ia banyak berdiskusi dengan pedagang siomay, serta coba membuatnya.
“Saya coba bikin sendiri siomay, lalu saya bawa ke kantor. Saya ujicobakan pada rekan-rekan di kantor. Nyatanya banyak yang menyenanginya. Dari sanalah saya meyakini kalau sesudah Cendol Bandung, usaha siomay dapat juga dikerjakan, ” cetusnya.
Perjalanan usaha selalu digerakkan. Dalam perjalanannya ada banyak hal yang masihlah butuh di perhatikan, seperti selalu berkurangnya hasil penjualan Cendol Bandung serta Siomay di kantin kantor tempat Mutohar bekerja. Hal semacam ini diakui lantaran konsumen di kantin jumlahnya terbatas, serta pelanggannya juga dari itu ke itu saja.
Ia mulai berpikir. Product bagus, sayang bila cuma diperkembang atau di jual dalam ruang yang terbatas, cuma dalam tempat kantin saja. Kenapa tak di jual ke luar pada orang-orang umum.
“Karena penjualan di kantin kantor lama-lama makin alami penurunan, saya mencari-cari tempat usaha yang pas. Pada akhirnya saya memperoleh tempat berjualan di halaman Apotik Cipayung, tempat yg tidak jauh dari tempat tinggal saya. Di halaman apotik itu telah ada konter handphone, serta saya membangun gerobak yang jual siomay ikan tenggiri di tempat itu, ” tutur suami dari Siti Fatimah ini.
Butuh Perjuangan
Belum genap usahanya jalan sebulan, karyawan yang diserahi untuk mengelola usaha siomay ikan tenggiri mulai kendur semangatnya. Ia beralasan berjualan siomay tak laris di tempat itu.
Mendengar argumen sekian, Mutohar mulai berpikir, apa yang bisa dikerjakan supaya usahanya tetaplah jalan. Ia, tiap-tiap pulang kerja coba nongkrong di tukang siomay tepi jalan yang ramai konsumen. Terkecuali ajukan pertanyaan beberapa hal, ia juga memerhatikan macam product serta langkah servicenya.
“Saya lihat tiap-tiap penjual siomay yang ramai disitu juga berjualan batagor. Bahkan juga ada yang berjualan jadi satu yakni berjualan siomay juga berjualan batagor, serta ramai pembelinya, ” tutur Mutohar.
Sesudah belajar beberapa hal dari beberapa orang penjual siomay serta batagor, bagaimana sih bangunnya, Mutohar mulai mengatur kiat baru lagi. Ia buka kembali gerainya, dengan berjualan dua product, yakni siomay serta jual batagor.
Sesudah dicoba sekian waktu, batagornya nyatanya lebih laris dibanding dengan siomay. Ini yang bikin ia semangat. Tetapi batagornya belum di beri brand hingga beberapa orang yang ajukan pertanyaan ini batagor apa.
Lantaran batagor pertama kalinya di buka di Apotik Cipayung, jadi ia lalu berikan nama Batagor Cipayung. Dari satu karyawan, dari satu outlet, saat ini Batagor Cipayung tumbuh jadi usaha sejumlah 10 0utlet dengan 16 orang karyawan.
Mutohar akhir th. 2005 lantas juga sudah mengambil keputusan untuk keluar dari status sebagai karyawan dari Citra Marga Nusaphala, perusahaan yang sudah memberi tempat menggantungkan kehidupannya sepanjang dua th. lebih. Ia pilih menekuni usaha Batagor Cipayung ini, yang gagasannya bakal diperkembang lewat system usaha franchise di masa yang akan datang.
“Saya tengah meniti untuk difranchisekan. Saya terkadang kepingin cepat berkembang namun takut tak teratasi dengan baik. Membuat brand yang kuat, system usaha dan dukungan yang lain tengah saya susun
r2 - 05 Sep 2016 - 10:03:00 - SiomayEnak


Parents: WikiUsers
Copyright © by the contributing authors.